Pengertian Manajemen Agribisnis: Fungsi, Ruang Lingkup dan Aspeknya Lengkap

0
155

Pengertian Manajemen Agribisnis

Apa itu pengertian manajemen agribisnis? Manajemen Agribisnis adalah suatu aktivitas pada industri pertanian (agro-industri) yang menerapkan ilmu manajemen dengan dan juga memberlakukan fungsi perencanaan, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian, serta memanfaatkan semua asal daya yang ada buat mencapai tujuan, yaitu membuat produk pertanian yang menguntungkan.

Dalam bidang bisnis, pengertian manajemen agribisnis sangat luas dan sudah dijelaskan oleh beberapa ahli. Secara konsep, manajemen agribisnis adalah seluruh kegiatan menurut pengadaan, penyaluran sampai pemasaran produk-produk pertanian dan agro-industri yang mempunyai kaitan antara satu dengan dan juga lainnya.

Manajemen diharapkan pada agribisnis sebagai wahana buat menciptakan perencanaan agribisnis yang terstruktur dan juga terorganisasi dengan baik. Melalui pengertian manajemen agribisnis tadi, bisa dipahami bahwa perencanaan sangat penting dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan juga rentan risiko kerugian.

Lebih lanjut tentang manajemen agribisnis akan dibahas melalui artikel ini.

Pengertian Manajemen Agribisnis Menurut Para Ahli

Kata agribisnis merupakan hasil adaptasi berdasarkan bahasa Inggris, yaitu Agribusiness. Agri artinya adalah pertanian, sedangkan Business merupakan usaha atau kegiatan buat mencapai laba. Beberapa ahli mengungkapkan pengertian agribisnis, antara lain adalah:

1. Austin

Menurut Austin, pengertian Agribisnis adalah kesatuan kegiatan usaha yang meliputi kegiatan usaha tani, pengolahan bahan kuliner, bisnis sarana dan juga prasarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan, kestabilan pangan dan juga berbagai kegiatan lainnya termasuk distribusi bahan pangan dan juga serat-seratan pada konsumen.

2. Wibowo (1994)

Menurut Wibowo dkk, pengertian Agribisnis merupakan semua aktivitas mulai dari pengadaan, pelaksanaan, penyaluran, sampai dalam pemasaran produk yang didapatkan dari suatu bisnis tani atau agro-industri yang saling terkait satu sama lain.

Baca Juga :  Pengertian Badan Usaha, Menurut Para Ahli serta Jenis-Jenis dan Contohnya

Dengan kata lain, agribisnis bisa dicermati sebagai suatu sistem pertanian yang memiliki beberapa komponen sub-sistem yaitu, usaha tani yang menghasilkan bahan baku, pengolahan hasil pertania, dan juga pemasaran hasil pertanian.

3. Sjarkowi dan juga Sufri (2004)

Menurut Sjarkowi dan Sufri, defenisi Agribisnis adalah semua usaha yang berhubungan dengan kegiatan produksi pertanian, yang mencakup pengusahaan input pertanian dan juga atau pengusahaan produksi itu sendiri serta pengusahaan pengelolaan hasil pertanian. Dengan istilah lain agribisnis merupakan cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan.

4. Soekartawi (1993)

Menurut Soekartawi, pengertian Agribisnis adalah kesatuan aktivitas bisnis yang mencakup salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan output, dan pemasaran produk-produk yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas.

5. Drillon

Menurut Drillon, arti Agribisnis adalah seluruh aktivitas yang menyangkut manufaktur dan distribusi menurut wahana produksi pertanian, kegiatan yang dilakukan usaha tani, serta penyimpanan, pengolahan, dan distribusi dari produk pertanian dan produk-produk lain yang dihasilkan dari produk pertanian.

6. Cramer dan Jensen

Pengertian Agrobisnis dari Cramer dan Jensen adalah aktivitas yang meliputi industri pertanian, industri pemasaran hasil pertanian dan juga hasil olahan produk pertanian, industri manufaktur dan juga distribusi bagi bahan pangan dan serat-seratan pada pengguna/ konsumen.

7. Downey dan juga Erickson (1987) di saragih (1998)

Agrobisnis berdasarkan Downey dan juga Erickson merupakan kegiatan yang berkaitan dengan dan juga penanganan komoditi pertanian dalam arti luas, yang mencakup satu dari atau holistik berdasarkan mata rantai produksi, pengolahan masukan dan keluaran produksi (agroindustri), pemasaran masukan-keluaran pertanian dan juga kelembagaan penunjang kegiatan.

8. Soehardjo (1997)

Pengertian Agribisnis menurut Soehardjo adalah sebuah sistem dalam agro-industri yang terdiri atas beberapa sub-sistem yang saling terkait. Sistem tadi mampu berfungsi dengan baik apabila tidak ada gangguan dalam salah satu sub-sistem.

9. Hadi (1992)

Agribisnis berdasarkan Hadi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang terdiri dari empat subsistem yang saling mempengaruhi, yaitu penyediaan input pertanian, produksi pertanian, pengolahan output, dan juga pemasaran output pertanian, dimana seluruh kinerjanya menjadi tanggungjawab ketua agribisnis.

Fungsi Manajemen Agribisnis

Karakteristik Agribisnis tidak selaras dengan dan juga bidang bisnis lainnya, maka penerapan berbagai fungsi manajerial pada agribisnis pula tidak selaras. Beberapa fungsi Agribisnis diantaranya adalah:

  • Pengadaan dan juga penyaluran wahana produksi
  • Kegiatan produksi utama (budidaya)
  • Pengolahan (agro-industri)
  • Pemasaran
Baca Juga :  Pengertian Badan Usaha, Menurut Para Ahli serta Jenis-Jenis dan Contohnya

Fungsi-fungsi Agribisnis tersebut disusun sebagai sebuah sistem, dimana semua fungsi tersebut kemudian sebagai beberapa sub-sistem. Sistem Agribisnis ini hanya bisa berfungsi dengan dan juga baik bila seluruh sub-sistem pada dalamnya mampu berjalan sesuai manfaatnya. Apabila terjadi gangguan pada satu dari sub-sistemnya, maka sistem tadi akan mengalami kasus.

Ruang Lingkup Manajemen Agribisnis

Ilustrasi Gambar Pengertian Manajemen Agribisnis
Ilustrasi Gambar Pengertian Manajemen Agribisnis

Manajemen Agribisnis merupakan sebuah sistem yang utuh mulai berdasarkan sub-sistem penyediaan wahana produski dan alat-alat pertanian, sub-sistem usaha tani, sub-sistem pengolahan atau agroindustri, dan juga sub-sistem pemasaran. Dukungan dari sub-sistem kelembagaan sarana & prasarana, dan juga sub-sistem pembinaan sangat diperlukan supaya sistem Agribisnis sanggup berjalan sesuai fungsinya.

Berikut ini merupakan beberapa indikator keberhasilan pembangunan agribisnis:

1. Meningkatnya Kesejahteraan Petani

  • Nilai tukar petani meningkat
  • Terjadi peningkatan dalam hal keunggulan komparatif dan kompetitif para petani
  • Terjadi peningkata dalam bisnis tani dan bisnis pengolahan output tani
  • Meningkatnya mutu produk usaha tani dan usaha pengolahan output tani
  • Nilai eksport komoditas pertanian meningkat
  • Nilai import komoditas pertanian menurun

2. Meningkatnya Kesempatan Kerja

  • Jumlah usaha agribisnis di pedesaan mengalami peningkatan
  • Terjadi perkembangan pada bisnis industri hulu dan industri pengolahan hasil tani
  • Penurunan nomor pengangguran di desa

3. Meningkatnya Ketahanan Pangan

  • Ketersediaan asal pangan meningkat
  • Terjadi penurunan impor bahan pangan
  • Jumlah rakyat yang rawan pangan menurun
  • Terjadi peningkatan diversifikasi konsumsi pangan non beras

4. Meningkatnya Layanan Kepada Petani

  • Perkembangan teknologi agribisnis khusus lokasi
  • Ketersediaan layanan teknologi agribisnis
  • Ketersediaan pusat layanan perkreditan dan sarana produksi tani
  • Pusat pasar agribisnis mulai terbentuk pada berbagai daerah

Pentingnya Manajemen Agribisnis

Memiliki sebuah bisnis usaha bidang pertanian atau yang lebih generik diklaim agribisnis, tentu membutuhkan manajemen sebagai bentuk perencanaan, pengelolaan dan peninjauan pulang terkait usaha yang sedang dijalankan.

Mengacu pada pengertian manajemen agribisnis yang telah dijelaskan diatas, manajemen dituangkan pada bentuk dokumen yang memuat taktik bisnis, tujuan dan juga mengenai bagaimana suatu bisnis akan dijalankan.

Dengan adanya manajemen agribisnis yang baik maka bisnis akan berjalan secara sistematis dan sebagai upaya buat meminimalisir kerugian.

Aspek Penting dalam Manajemen Agribisnis

Terdapat beberapa aspek utama yang penting pada manajemen agribisnis, antara lain sebagai berikut:

a. Penyusunan Visi dan juga Misi Bisnis

Seperti yang telah digambarkan berdasarkan pengertian manajemen agribisnis diatas, tetapkan buat menyebarkan suatu usaha pertanian membutuhkan perencanaan visi dan misi yang matang sebagai langkah utamanya.

Baca Juga :  Pengertian Badan Usaha, Menurut Para Ahli serta Jenis-Jenis dan Contohnya

Hal ini juga mencakup analisis terhadap SWOT (Strength, Weakness, Opportunitym Threats) terhadap usaha yang dikembangkan. Tujuannya adalah untuk menentukan kearah mana usaha akan berkiprah dan bagaimana usaha akan dijalankan.

b. Rencana Pemasaran

Manajemen pemasaran dalam usaha pertanian perlu disusun sebelum masuk ke planning produksi. Tujuannya adalah buat membuat bagan sasaran atau sasaran menurut produk yang bisnis seperti produk apa yang dihasilkan, siapa yang akan membeli, kemana akan dipasarkan dan juga kisaran berapa harganya.

Hal inilah yang berakibat manajemen agribisnis sangat penting lantaran tanpa adanya planning pemasaran yang baik dapat jadi produk yang didapatkan bukan laris dipasaran. Padalah dalam industri yang menjual produk pertanian sangat rentan dengan risiko mudah layu atau sudah tidak layak konsumsi.

c. Rencana Produksi

Dalam manajemen agribisnis, rencana produksi adalah penggunaan asset dan sarana perusahaan buat membuat produk.Prinsip utama perencanaan produksi pada agribisnis adalah market orientation yang berarti memproduksi barang atau jasa yang diperlukan pasar. Tujuannya adalah saat barang tersebut diproduksi, maka akan laris dipasar lantaran adanya nilai guna.

d. Rencana Keuangan

Keuangan menjadi faktor yang paling penting dalam bisnis. Tak bisa dipungkiri bahwa tujuan bisnis adalah buat membentuk keuntungan pada hal ini uang. Manajemen agribisnis dibutuhkan buat membuat perencanaan keuangan dan bila diharapkan umumnya dilakukan beserta konsultan.

e. Rencana Sumber Daya

Agribisnis adalah bisnis pertanian yang berarti membutuhkan banyak asal daya manusia pada hal ini tenaga kerja buat membantu pengelolaannya. Sehingga dengan rekruitmen yang banyak tersebut menjadi pengeluaran terbesar perusahaan. Melalui manajamen agribisnis yang mumpuni dapat membantu menekan kebutuhan asal daya misalnya dengan menggabungkan beberapa kegiatan dengan satu tanggung jawab.

Dari aspek primer manajemen agribisnis yang sudah disebutkan tadi, bisa sebagai landasan buat menyusun dokumen manajemen yang terstruktur untuk tujuan perencanaan yang baik. Sesuai dengan dan juga pengertian manajemen agribisnis sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan dan juga perencanaan dan pengelolaan argoindustri maka tanpa adanya manajemen yang tepat mampu mengakibatkan perusahaan berjalan kearah yang kurang sempurna, alhasil dapat menyebabkan kerugian.

Demikianlah penerangan ringkas tentang pengertian manajemen Agribisnis dari Pengertian Online. Semoga bermanfaat. Sekian, Terima Kasih.

TINGGALKAN BALASAN

Mohon masukkan komentar anda!
Masukkan nama anda disini